Kereta Kehidupan

- Editorial Team

Senin, 6 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam sebuah perjalanan kita tidak pernah mengetahui bagaimana hikmah itu datang kepada kita. Begitu yang aku rasakan ketika aku menaiki kereta di Jumat Malam menuju Jakarta. Kereta yang aku naiki bernama Kertajaya. Tidak ada yang istimewa di kereta itu malah sebaliknya.

Kursi selalu penuh dan penumpang berdesak-desakan. Barang bawaan yang dibawa tidak main-main sampai-sampai aku pernah berada di gerbong yang di bawah kursinya terdapat tongkat bambu yang panjang di bawah oleh sekelompok remaja yang telah menyelesaikan kegiatan jambore.

Aku terheran, gila kereta ini membawa banyak sekali orang dengan berbagai wajah dan kepentingan. Ada yang menaiki kereta ini untuk menghampiri anaknya yang sedang melahirkan. Dia telah bersiap-siap untuk menjadi kakek dan menyambut cucunya dengan penuh kehangatan.

Ada yang menaiki kereta ini untuk menghampiri pasangan hidupnya. Tampak muka yang kelelahan namun aku yakin di hatinya ada rindu yang sedang menggebu ingin cepat rasanya menyambut sang kekasih. Ada yang menaiki kereta ini untuk kembali, ya sekian lama merantau ia harus kembali karena ia tahu ada orang yang memintanya untuk kembali karena jarak hanya memberikan nestapa bagi orang itu.

Ada yang menaiki kereta ini untuk memulai kehidupan karena ia tahu ada masa depan di tempat yang dituju walaupun dirinya harus berjibaku. Dari sini, aku melihat 2 hal yaitu perjuangan dan pengharapan. Perjuangan bahwa hidup memang harus diperjuangkan walaupun membutuhkan pengorbanan.

Baca Juga :  Mengoptimalkan Fungsi Tarbiyah Masjid

Perjuangan bukanlah terhadap hasil namun terhadap proses. Mereka yang berjuang tahu bahwa hasil akhir tidak ada yang tahu namun menyerah bukanlah pilihan karena hanya menghasilkan pecundang.

Di satu sisi ada pengharapan, mereka yang berharap tahu bahwa hari esok akan lebih baik, mereka yakin bahwa selama kita mensyukuri apa yang diberikan, tuhan akan menambah nikmatnya. Pengharapan memberikan keyakinan bahwa terus berjalan adalah opsi yang terbaik dan berhenti bukanlah jawaban.

Di kereta ini aku belajar tentang empati bahwa manusia adalah makhluk hidup yang tak akan pernah berhenti untuk berjuang dan berharap. Mereka akan terus berjuang dan berharap untuk sesuatu yang mereka anggap berharga. Tak peduli jarak dan berapa lama mereka harus berjuang dan berharap, mereka tidak pernah berhenti seperti kereta yang terus melaju tanpa takut tanpa ragu. (*)

Baca Juga :  Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Penulis : Catur Alfath Satriya, Calon Hakim (Cakim) Pengadilan Negeri Bojonegoro.

Berita Terkait

Mengoptimalkan Fungsi Tarbiyah Masjid
Berani ‘Merdeka Belajar’
Pancasila dan Kekuasaan Kehakiman
Renegosiasi Pengelolaan PI : Ikhtiar Daerah Berkelit Dari Kutukan Sumber Daya Alam
PDI Perjuangan Bojonegoro : Soliditas Tiga Pilar Partai, Wabup Bojonegoro Masih Lemah
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Menjaga Kewarasan Ditengah Pandemi Covid-19
Pendidikan Karakter di Masa Covid 19

Berita Terkait

Rabu, 10 Maret 2021 - 07:39 WIB

Mengoptimalkan Fungsi Tarbiyah Masjid

Minggu, 30 Agustus 2020 - 12:35 WIB

Berani ‘Merdeka Belajar’

Selasa, 11 Agustus 2020 - 05:00 WIB

Pancasila dan Kekuasaan Kehakiman

Minggu, 26 Juli 2020 - 17:51 WIB

Renegosiasi Pengelolaan PI : Ikhtiar Daerah Berkelit Dari Kutukan Sumber Daya Alam

Rabu, 22 Juli 2020 - 15:06 WIB

PDI Perjuangan Bojonegoro : Soliditas Tiga Pilar Partai, Wabup Bojonegoro Masih Lemah

Kamis, 18 Juni 2020 - 11:26 WIB

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kamis, 18 Juni 2020 - 02:51 WIB

Menjaga Kewarasan Ditengah Pandemi Covid-19

Kamis, 7 Mei 2020 - 07:46 WIB

Pendidikan Karakter di Masa Covid 19

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB