Fatayat NU bersama EMCL Sosialisasikan Penelitian untuk Penanggulangan Stunting

- Editorial Team

Selasa, 8 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Bojonegoro bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited melakukan Sosialisasi Penelitian Model Peningkatan Kapasitas Layanan Posyandu untuk Penanggulangan Stunting di Bojonegoro.

Sosialisasi tersebut dilakukan di Pendopo Kecamatan Kota Bojonegoro, Selasa (08/12/2020) pagi. Peserta sosialisasi penelitian ini terdiri dari beberapa kepala desa, bidan desa dan kader posyandu di Kecamatan Kota Bojonegoro.

Ketau PC Fatayat NU Bojonegoro, Dr Hj Ifa Khoiria Ningrum mengatakan, bahwa permasalahan stunting merupakan isu yang berdampak buruk terhadap kualitas generasi muda di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Bojonegoro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, lanjutnya, mempengaruhi fisik dan fungsional dari tubuh anak serta meningkatnya angka kesakitan anak, bahkan kejadian stunting tersebut telah menjadi sorotan WHO (Oraganisasi Kesehatan Dunia) untuk segera dituntaskan.

Baca Juga :  Bupati Anna Hadiri Sosialisasi Rujukan Maternal Neonatal dan Stunting di RSUD Padangan

“Sosialisasi ini dilakukan di Kecamatan Kota Bojonegoro dan Kecamatan Kedungadem yang indikatornya diambil dari kasus stunting tinggi dan terendah,” katanya kepada bojonegorotoday.com.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan petugas kesehatan dalam penanganan stunting di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, dapat dijadikan naskah akademik oleh pemerintah daerah dalam perumusan regulasi yang mengatur penanggulangan stunting.

“Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), A Ukay Sukaya Subqyi menyampaikan, pihaknya sangat mensupport kegiatan ini. Permasalahan stunting memang tidak hanya di Bojonegoro saja, melainkan permasalahan Indonesia bahkan dunia.

“Percepatan penuntasan kasus stunting ini segera dilakukan, sehingga terbentuk generasi muda yang sehat dan produktif,” katanya.

Baca Juga :  36 Puskesmas di Bojonegoro Siap Layani Vaksinasi Gratis

Sementara itu, Camat Kota Bojonegoro Mochlisin A Irawan menjelaskan, di Kecamatan Kota terdapat 2 Puskesmas, yakni Puskesmas Banjarjo membawahi 11 kelurahan atau desa dan Puskesmas Wisma Indah ada 7 kelurahan atau desa.

Data dari Puskesmas Banjarjo, jumlah balita stunting bulan timbang (BT) Agustus 2020 terdapat 2.648 yang ada di 11 desa/kelurahan tersebut. Desa Sukorejo merupakan desa yang terdapat balita stunting tertinggi dengan jumlah 546 balita stunting.

Lalu, lanjut Camat, data dari Puskesmas Wisma Indah terdapat 1.941 balita stunting yang tersebar di 7 kelurahan atau desa. Desa tertinggi kasus balita stunting terdapat di Kelurahan Ledok Kulon dengan jumlah 611 balita stunting.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, sehingga dapat membantu dalam penanganan balita stunting di wilayah kota,” ucapnya.

Baca Juga :  Kapolres Cek Kesiapan SMT Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid

Mantan Camat Kalitidu ini juga menyinggung terkait kesejahteraan kader stunting yang dianggap masih minim. Sehingga pihaknya merampingkan struktur. Dengan harapan banyak fungsi. Artinya, satu wadah dengan insentif yang cukup.

“Perampingan struktur ini kami anggap sudah sesuai, sehingga insentif cukup dan banyak fungsi,” pungkasnya. (mil/yud)

Berita Terkait

Beragam Inovasi dan Komitmen RSUD Sosodoro Siap Menuju WBBM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan UHC dari Wapres RI
Optimalkan Pencegahan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelar Aksi Gizi Sekolah
Bupati Anna Resmikan Poliklinik Wijaya Kusuma
RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Ajak Warga Bojonegoro Waspadai Osteoarthritis
Ikuti Jalan Sehat, Bupati Anna Ajak Masyarakat selalu Sehat untuk Bangkit Bersama
Sosialisasi PMT Bumil, Bupati Usulkan Makanan Lokal Jadi Tambahan Gizi
FKP RSUD Sumberrejo, Bupati Harap Terus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Berita Terkait

Rabu, 22 Maret 2023 - 01:18 WIB

Beragam Inovasi dan Komitmen RSUD Sosodoro Siap Menuju WBBM

Selasa, 14 Maret 2023 - 01:22 WIB

Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan UHC dari Wapres RI

Sabtu, 25 Februari 2023 - 02:06 WIB

Optimalkan Pencegahan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelar Aksi Gizi Sekolah

Kamis, 29 Desember 2022 - 08:09 WIB

Bupati Anna Resmikan Poliklinik Wijaya Kusuma

Rabu, 14 Desember 2022 - 02:54 WIB

RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Ajak Warga Bojonegoro Waspadai Osteoarthritis

Sabtu, 12 November 2022 - 11:30 WIB

Ikuti Jalan Sehat, Bupati Anna Ajak Masyarakat selalu Sehat untuk Bangkit Bersama

Selasa, 20 September 2022 - 01:55 WIB

Sosialisasi PMT Bumil, Bupati Usulkan Makanan Lokal Jadi Tambahan Gizi

Rabu, 7 September 2022 - 03:40 WIB

FKP RSUD Sumberrejo, Bupati Harap Terus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB