Menag Keluarkan SE Pelaksanaan Qurban di Masa PPKM Darurat, Begini Juknisnya

- Editorial Team

Rabu, 7 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Menteri Agama mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 17 Tahun 2021 terkait Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 yang akhir-akhir ini meningkat karena adanya varian baru.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bojonegoro, Abdul Hafids menjelaskan, bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan qurban mengikuti petunjuk pemerintah, yakni sesuai dengan SE yang sudah dikeluarkan oleh Menteri Agama, khususnya di wilayah PPKM Darurat.

Salah satunya, pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R) yang ada di Bojonegoro di Jalan Kyai H Mansyur Kecamatan Bojonegoro Kota, RPH Sumberrejo, RPH Baureno dan RPH Eka Putra Jaya di Trucuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun jika kapasitas dan jumlah RPH-R terbatas, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan beberapa ketentuan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, Kemenag Bojonegoro berpesan kepada semua panitia penyembelih hewan qurban agar selalu mentaati protokol kesehatan Covid-19 dan menjaga kesehatan serta kebersihan saat melakukan penyembelihan hewan qurban.

Baca Juga :  Tarawih di Rumah, Wacana Shalat Idul Fitri Berjamaah Ditiadakan Saat Corona

Proses pendistribusian daging hewan qurban dilakukan petugas ke tempat tinggal warga yang berhak menerima. Para petugas yang mendistribusikan daging qurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

“Saat ini kita semua sedang berada di masa pendemi, jadi kita semua wajib dan harus menjaga kesehatan extra. Apapun kegiatannya jangan sampai lalai dengan protokol kesehatan yang berlaku saat ini,” ucapnya.

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban sebagai berikut:

a. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih.

b. Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban.

c. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R).

d. Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan :

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Jatim Beri Pembinaan dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid

1) Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi :

a) Melaksanakan pemotongan hewan kurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik;

b) Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban;

c) Menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;

d) Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak;

e) Petugas yang mendistribusikan daging kurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

2) Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban:

a) Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun);

b) Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;

Baca Juga :  1.361 Calon Jamaah Haji Asal Bojonegoro Gagal Berangkat

c) Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;

d) Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer;

e) Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah;

f) Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

3) Penerapan kebersihan alat :

a) Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan;

b) Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan. (din/mil)

Berita Terkait

Sebagai Wadah Peningkatan SDM, PC APRI Bojonegoro Dikukuhkan
Kakanwil Kemenag Jatim Beri Pembinaan dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid
1.361 Calon Jamaah Haji Asal Bojonegoro Gagal Berangkat
Tarawih di Rumah, Wacana Shalat Idul Fitri Berjamaah Ditiadakan Saat Corona
Kemenag Minta Masyarakat Tunda Akad Nikah ditengah Pandemi Corona
Imbas Pandemi Corona, Prosesi Akad Nikah Hanya Boleh dihadiri 10 Orang
Petugas, Wali Nikah serta Catin Diimbau Pakai Masker dan Sarung Tangan saat Ijab Kabul

Berita Terkait

Rabu, 7 Juli 2021 - 04:56 WIB

Menag Keluarkan SE Pelaksanaan Qurban di Masa PPKM Darurat, Begini Juknisnya

Jumat, 28 Mei 2021 - 03:41 WIB

Sebagai Wadah Peningkatan SDM, PC APRI Bojonegoro Dikukuhkan

Kamis, 30 Juli 2020 - 06:47 WIB

Kakanwil Kemenag Jatim Beri Pembinaan dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid

Selasa, 2 Juni 2020 - 07:57 WIB

1.361 Calon Jamaah Haji Asal Bojonegoro Gagal Berangkat

Senin, 6 April 2020 - 17:23 WIB

Tarawih di Rumah, Wacana Shalat Idul Fitri Berjamaah Ditiadakan Saat Corona

Senin, 6 April 2020 - 08:29 WIB

Kemenag Minta Masyarakat Tunda Akad Nikah ditengah Pandemi Corona

Rabu, 25 Maret 2020 - 08:11 WIB

Imbas Pandemi Corona, Prosesi Akad Nikah Hanya Boleh dihadiri 10 Orang

Sabtu, 21 Maret 2020 - 01:05 WIB

Petugas, Wali Nikah serta Catin Diimbau Pakai Masker dan Sarung Tangan saat Ijab Kabul

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB