Melalui SAKIP, Pemkab Bojonegoro Terus Tingkatkan Layanan

- Editorial Team

Selasa, 7 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Muawanah secara langsung memimpin pemaparan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Internal (SAKIP) secara virtual, Selasa (07/09/2021). Pelaksanaan evaluasi dilakukan bersama dengan evaluator Kemenpan RB.

Acara tersebut dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Mengawali paparannya, Bupati Anna Muawanah menyampaikan visi yang diusung Kabupaten Bojonegoro yakni menjadikan Bojonegoro sebagai sumber ekonomi kerakyatan dan sosial budaya lokal untuk terwujudnya masyarakat yang beriman, sejahtera dan berdaya saing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan ini juga disampaikan capaian kinerja tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro di saat pandemi dengan jumlah penduduk total 1.339.100 jiwa, tidak terlalu terdegradasi dibanding daerah-daerah lain di Jawa Timur yakni di angka -0,4 (dengan migas) serta -1,09 (tanpa migas).

Baca Juga :  Bupati Anna Lantik Pejabat Adiministrator, Pengawas dan Fungsional

Dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), indeks pembangunan manusia Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 di angka 69,04 atau naik 0,29 dari tahun sebelumnya. Di bidang insfrastuktur, juga terdapat capaian yang luar biasa baik insfrastruktur jalan dan jembatan.

Bupati Bojonegoro yang didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur serta kepala perangkat daerah terkait, memaparkan progres hasil evaluasi SAKIP Kabupaten Bojonegoro tahun 2020. Hasil evaluasi SAKIP Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020 mendapat nilai 68,09 dengan predikat “B” serta indeks Reformasi Birokrasi dengan nilai 58,30 dengan predikat “CC”.

Dengan hasil evaluasi ini, Bupati Anna Muawanah terus memacu peningkatan kinerja dan berusaha memenuhi rekomendasi – rekomendasi dari evaluator.

“Untuk SAKIP salah satunya adalah pembangunan aplikasi SAKIP. Saat ini kami telah membangun dan menggunakan aplikasi SI-AKIP. Sedangkan untuk Reformasi Birokrasi tindaklanjut rekomendasi salah satunya adalah ada 15 (lima belas) SKPD yang mencanangkan pembangunan Zona Integritas (ZI) dan target WBK Tahun 2022, tentu pada tahun-tahun mendatang akan meningkat jumlah OPD yang mendeklarasikan dan mencanangkan Zona Integritas (ZI),” kata Bupati.

Baca Juga :  Program Aladin, Rehab RTLH di Bojonegoro Semakin Merata

Dalam hal reformasi birokrasi, Bupati Anna Muawanah mengungkapkan, saat ini telah melakukan perbaikan yang berimbas pada penyelenggaraan pemerintahan yang semakin efektif dan penganggaran yang semakin efisien. Dengan program penyederhanaan birokrasi melalui perampingan organisasi, penyederhanaan SOTK dan usulan penyetaraan jabatan struktural ke Jabatan Fungsional.

Selain itu, pada pelayanan publik juga semakin membaik. Seperti banyaknya inovasi-inovasi yang dilakukan oleh SKPD pelayanan. Salah satunya Mall Pelayanan Publik (MPP) telah diresmikan oleh Menteri PANRB tahun ini.

Selain itu inovasi-inovasi yang terus dikembangkan yakni Layanan Satu Data Bojonegoro, Program Petani Mandiri, Kartu Pedagang Produktif, Universal Health Coverage (UHC).

Tentunya dari evaluasi yang dilakukan Kemenpan RB masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi dan disempurnakan. Bupati berharap, dengan tindak lanjut evaluasi dan rekomendasi tim evaluator yang sudah dilakukan untuk tahun 2021 ada peningkatan nilai dalam predikat SAKIP dan Indeks Reformasi Birokrasi.

Baca Juga :  Percepat Pembangunan, Pemkab Bojonegoro Sosialisasi Penetapan Batas Desa

“Kami dengan seluruh jajaran SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, terus berbenah, meningkatkan kinerja, belajar dari kekurangan yang ada. Guna semakin meningkatkan manajemen kinerja untuk mendapatkan kinerja yang semakin baik,” ucap Bupati.

“Kepada KemenpanRB kami mohon bantuan dan bimbingan agar ke depan  bisa menjadi lebih baik. Bukan hanya sekedar nilai di atas kertas dan tidak hanya program terobosan sudah dilaksanakan, namun keterbatasan administrasi sehingga belum terlihat kerja kita dalam tertib administrasi,” pungkasnya. (din/mil)

Berita Terkait

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah
Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik
Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 
Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia
Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik
Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:12 WIB

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah

Rabu, 1 November 2023 - 08:20 WIB

Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik

Rabu, 31 Mei 2023 - 14:51 WIB

Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:24 WIB

Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM

Kamis, 16 Maret 2023 - 01:12 WIB

Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia

Senin, 6 Maret 2023 - 01:23 WIB

Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik

Jumat, 3 Maret 2023 - 04:18 WIB

Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister

Kamis, 2 Maret 2023 - 01:11 WIB

Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB