Inovasi IKM Bojonegoro, Sulap Krokot Jadi Kopi Milenial

- Editorial Team

Selasa, 19 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Tanaman krokot dikenal sebagai gulma bagi para petani. Namun di tangan Sofi Qurota Ayuni, gadis asal Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro, krokot diubah menjadi produk olahan kopi. Hasil kreasinya ini ternyata banyak digemari masyarakat.

Kreativitas Sofi ini berawal dari pengamatannya akan pesatnya bisnis kopi dan budaya minum kopi di masyarakat. Sofi kemudian berinovasi memadukan biji kopi dengan tumbuhan krokot yang menghasilkan rasa kopi yang unik yang diberi nama PO Coffe.

Sofi menjelaskan PO Coffee merupakan perpaduan kopi dengan tumbuhan yang memiliki nama latin Portulaca Oleracea. Tumbuhan yang dianggap sebagai gulma dapat diolah dan dikonsumsi sehari-hari. Dari ide tersebut ia mencoba mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tingkat kampus, Program Wirausaha Mahasiswa tingkat Vokasi (PWMV) dari Kemeristekdikti dan lolos pendanaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami juga mengikuti perlombaan Uniska National Inovation Chalange (UNIC) dan produk kami juga mendapatkan juara 3,” ucapnya.

Baca Juga :  Pengurus BUMDes Berkaho Pungpungan Sambangi Unit Usaha Persewaan Gerobak

Proses pembuatan PO Coffe yang dilakukan adalah menyortir tanaman krokot yang diambil dari tempat pengepul. Soal mengumpulkan bahan, ia bekerja sama dengan para petani di daerah Sugihwaras. Langkah selanjutnya memotong tanaman krokot yang lolos penyortiran dengan tebal batang krokot kurang lebih 1 cm. Setelah dipotong tanaman krokot dicuci sebanyak 3 kali.

“Selanjutnya kita masuk dalam proses pengeringan tanaman krokot. Ada dua metode pengeringan yang kami lakukan,” terangnya.

Metode pertama mengeringkan dengan sumber panas alami yaitu sinar matahari. Setelah kandungan air 95% berkurang, masuk metode yang kedua yaitu menggunakan oven dengan bahan bakar Liquified Petroleum Gas (LPG).

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi pemakaian gas untuk proses produksi. Bagi adonan menjadi tiga bagian Kemudian tanaman krokot yang sudah kering disimpan dalam wadah kaleng kedap udara untuk menjaga kestabilannya agar tidak menjamur.

Baca Juga :  Pertahankan Resep Turun-temurun, Kue Kering Ini Cocok untuk Suguhan Lebaran

“Lalu kita melakukan roasting pada kopi dan setelah kematangan kopi mencapai 50% tambahkan jahe yang sudah dipotong tipis kurang lebih 0.1 cm,” terangnya.

Untuk membuat PO Coffe varian Original ia mencampurkan kopi yang sudah digoreng dengan Tanaman Krokot yang sudah kering dengan perbandingan 2 : 1. Sedangkan untuk membuat PO Coffe varian Latte mencampurkan Kopi, Tanaman Krokot, Creamer dan susu dengan perbandingan 3 : 4 : 2 : 2.

“Sebelum proses pencampurannya, Tanaman Krokot dan Kopi kita masukkan dalam mesin grinder untuk dihaluskan.
Sebelum kopi dimasukkan pada kemasan, timbang terlebih dahulu hingga berat bersih 150 gr dan setelah sesuai dengan berat bersih kemudian press kemasan dengan alat press berupa sealer,” tuturnya.

Untuk produksinya sendiri dibuat dalam skala per minggu karena ini merupakan produk baru sehingga perlu adanya branding terlebih dahulu agar selanjutnya proses produksi harian bisa dilakukan dengan pembeli dan permintaan pelanggan yang banyak. “Sehingga kerugian di awal pemasaran bisa diminimalisir,” tutur Sofi.

Baca Juga :  Tahun Ini, Disdag Target Cetak 31 ribu Kartu Pedagang Produktif

Produksi PO Coffe sekitar 100 pcs per minggu, dengan omset mencapai kurang lebih Rp 5 juta. Untuk pemasaran ia menggunakan pemasaran secara online dan offline. Untuk pemasaran secara online menggunakan social media serta marketplace. Untuk akun Instagram yaitu po.coffee_ atau Akun Shopee PO COFFEE E-mail dan WhatsApp PO COFFEE serta Sistem Pembayaran Dompet Digital.

Untuk informasi lebih jelas mengenai produk PO COFFEE, calon pelanggan dapat langsung mengirimkan pesan melalui email atau WhatsApp admin PO COFFEE. Pada pembelian sistem transfer menggunakan dompet digital seperti BRI/LinkAja/Dana/OVO.

Selain pemasaran online kami juga telah melakukan pemasaran offline seperti di alun-alun Bojonegoro. Alamat produksi sendiri berada di Jalan Simpang Tiga Dusun Krajan RT 15 RW 05 Desa Galagahwangi Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, ID 62183. (muh)

Berita Terkait

Menparekraf Beri Dukungan Pelaku Ekonomi Kreatif di Bojonegoro
Sambut Ramadhan 1443 H, Pelaku UMKM IKM Bojonegoro Gelar Bazar Murah
IKM Bojonegoro Siap Merambah Dunia Ekspor
Meneropong Potensi Ekonomi Lokal di Sekitar Jembatan Kanor Rengel (1)
Warga Desa Kedungdowo Balen Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik
Siap Investasi, Keind Gelar Business Trip to Bojonegoro
Buka Usaha Awal Pandemi, Peminat Hingga Luar Jawa
Kerajinan Pelepah Pisang dari Bojonegoro Raih Juara Tingkat Jatim

Berita Terkait

Rabu, 27 Juli 2022 - 04:55 WIB

Menparekraf Beri Dukungan Pelaku Ekonomi Kreatif di Bojonegoro

Sabtu, 2 April 2022 - 09:58 WIB

Sambut Ramadhan 1443 H, Pelaku UMKM IKM Bojonegoro Gelar Bazar Murah

Senin, 21 Maret 2022 - 09:51 WIB

IKM Bojonegoro Siap Merambah Dunia Ekspor

Kamis, 10 Maret 2022 - 02:21 WIB

Meneropong Potensi Ekonomi Lokal di Sekitar Jembatan Kanor Rengel (1)

Rabu, 9 Maret 2022 - 18:54 WIB

Warga Desa Kedungdowo Balen Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik

Selasa, 1 Maret 2022 - 00:24 WIB

Siap Investasi, Keind Gelar Business Trip to Bojonegoro

Minggu, 19 Desember 2021 - 23:14 WIB

Buka Usaha Awal Pandemi, Peminat Hingga Luar Jawa

Selasa, 26 Oktober 2021 - 12:49 WIB

Kerajinan Pelepah Pisang dari Bojonegoro Raih Juara Tingkat Jatim

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB