Warga Desa Kedungdowo Balen Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik

- Editorial Team

Rabu, 9 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ternyata memiliki pengusaha-pengusaha lokal yang potensial. Mereka telah berupaya mengembangkan berbagai usaha dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar. Diantaranya usaha pengolahan limbah jadi pupuk organik.

Usaha warga tersebut di bawah bina usaha pupuk Griyorojokoyo di Dukuh Kedungdowo RT 02 RW 01 Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, yang dikembangkan oleh Abdul Mukharom.

Ditemui di lokasi usahanya, Abdul Mukarom mengatakan, limbah peternakan merupakan produk dari usaha peternakan warga sekitar. Selama ini keberadaannya tidak dikehendaki sehingga harus dibuang. Ternak (sapi) menghasilkan limbah berupa kotoran ternak (feces dan urine).

“Serta sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat dan sejenisnya. Di Kedungdowo ada 300 sapi dimana per ekor bisa menghasilkan kurang lebih 5 kg limbah setiap harinya,” katanya, Rabu (9/3/2022).

Abdul Mukarom menjelaskan, usaha pupuk organiknya memiliki jumlah pekerja sebanyak 20 orang, sebagian ibu-ibu rumah tangga. Ini bisa membantu pendapatan keluarga mereka.

Harga produk kemasan hasil olahan limbah peternakan ukuran 25 kg dijual Rp 25 ribu dan kemasan 2,5 kg sebesar Rp 5 ribu. Pemasaran di wilayah Kabupaten Bojonegoro secara offline dan online.

“Satu hari menghasilkan 2 ton pupuk. Sebenarnya bisa lebih besar lagi namun terkendala kurangnya daya tampung tempat,” jelasnya.

Baca Juga :  Wisata Tangguh Semeru Pastikan Tempat Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

Pupuk organik bisa dimanfaatkan untuk segala macam tanaman. Salah satunya dipakai untuk pupuk pisang cavendish yang menjadi primadona karena prospek pasar yang sangat menjanjikan.

“Terutama untuk segmen pasar modern, seperti minimarket dan supermarket hingga pasar internasional,” ujarnya.

Pupuk kompos atau organik merupakan salah satu pupuk favorit yang banyak digunakan karena berasal dari bahan yang tidak mengandung unsur kimia berbahaya dan bisa dibuat sendiri tanpa harus menggunakan alat-alat yang rumit.

Tidak hanya itu saja, lanjut Abdul Mukarom, tanaman hias yang diberikan pupuk kompos biasanya akan menghasilkan daun, buah dan bunga dengan kualitas yang baik.

Selain Mukarom, Winarsih pemilik usaha Bank Sampah Mawar di Desa Kedungdowo juga memiliki usaha sejenis dengan omset yang cukup baik.

Baca Juga :  Meneropong Potensi Ekonomi Lokal di Sekitar Jembatan Kanor Rengel (1)

Winarsih menceritakan usahanya berawal dari memanfaatkan bahan baku berambut yang melimpah dan keprihatinannya akan sampah. Dirinya berinisiasi untuk membuat pupuk dan media tanam organik dengan bahan dari berambut dan kotoran hewan.

Proses pembuatannya bahan dibakar selama 4 (empat) jam, setelah itu disiram, dan difermentasi selama 1 minggu. Ini dapat menghasilkan 16 bungkus dengan harga kemasan 2,5 kg sebesar Rp 5 ribu dengan omzet kurang lebih Rp 1 juta per bulan.

“Alhamdulillah bisa menambah penghasilan, dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (din/muh)

Berita Terkait

Menparekraf Beri Dukungan Pelaku Ekonomi Kreatif di Bojonegoro
Sambut Ramadhan 1443 H, Pelaku UMKM IKM Bojonegoro Gelar Bazar Murah
IKM Bojonegoro Siap Merambah Dunia Ekspor
Meneropong Potensi Ekonomi Lokal di Sekitar Jembatan Kanor Rengel (1)
Siap Investasi, Keind Gelar Business Trip to Bojonegoro
Buka Usaha Awal Pandemi, Peminat Hingga Luar Jawa
Kerajinan Pelepah Pisang dari Bojonegoro Raih Juara Tingkat Jatim
Inovasi IKM Bojonegoro, Sulap Krokot Jadi Kopi Milenial

Berita Terkait

Rabu, 27 Juli 2022 - 04:55 WIB

Menparekraf Beri Dukungan Pelaku Ekonomi Kreatif di Bojonegoro

Sabtu, 2 April 2022 - 09:58 WIB

Sambut Ramadhan 1443 H, Pelaku UMKM IKM Bojonegoro Gelar Bazar Murah

Senin, 21 Maret 2022 - 09:51 WIB

IKM Bojonegoro Siap Merambah Dunia Ekspor

Kamis, 10 Maret 2022 - 02:21 WIB

Meneropong Potensi Ekonomi Lokal di Sekitar Jembatan Kanor Rengel (1)

Rabu, 9 Maret 2022 - 18:54 WIB

Warga Desa Kedungdowo Balen Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik

Selasa, 1 Maret 2022 - 00:24 WIB

Siap Investasi, Keind Gelar Business Trip to Bojonegoro

Minggu, 19 Desember 2021 - 23:14 WIB

Buka Usaha Awal Pandemi, Peminat Hingga Luar Jawa

Selasa, 26 Oktober 2021 - 12:49 WIB

Kerajinan Pelepah Pisang dari Bojonegoro Raih Juara Tingkat Jatim

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB