Bupati Anna Dorong IKM Bojonegoro Terus Tingkatkan Kualitas Produk

- Editorial Team

Selasa, 15 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) melakukan Sosialisasi Fasilitasi Perizinan bagi Pelaku IKM Makanan dan Minuman.

Hal tersebut dalam rangka mendukung kemudahan berusaha bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Sosialisasi ini diselenggaran di Gedung Pertemuan PKK Kabupaten Bojonegoro, Selasa (15/03/2022).

Sosialisasi dipimpin Bupati Anna Mu’awanah secara daring dan diikuti luring Kepala Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, serta Pelaku IKM Makanan dan Minuman di Bojonegoro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah saat membuka acara menuturkan, bahwa orang ingin mendapatkan kepastian suatu produk yang mereka konsumsi terlindungi suatu peraturan perundang – undangan.

Pemkab Bojonegoro senantiasa mengakselerasikan produk-produk yang harus mulai dilakukan penelaahan terhadap standarisasi mutu produk, kandungan, resiko dan manfaatnya bagi kesehatan dalam jangka pendek atau panjang.

Dalam sosialisasi perizinan ini terkait BPOM agar menekankan untuk produk harus ada label P-IRT, tanggal expired, kandungan kimianya apa saja.

“Agar selalu ada identitas (labeling). Harapannya konsumen bisa memilih apakah dia akan mengkonsumsi itu atau tidak,” tutur Bupati.

Baca Juga :  Usai dilantik, Ripa'i Siap Membangun Sumberagung Menjadi Desa Mandiri dan Berkarakter.

“Dalam komposisi produk agar mencantumkan kandungan calcium, kalori, garam berapa gram. Kedepan standar seperti ini harus dilakukan,” imbuhnya.

Selain itu juga perlu diberikan motivasi kepada pelaku IKM. Misalnya, seperti di wilayah Kecamatan Gayam dimana banyak produk makanan olahan dari sisi warna perlu segera dilakukan verifikasi dan pendataan.

Supaya minuman itu tetap sehat dan diajarkan pula cara pengemasan dan penyediaan stok yang baik dan benar, agar kualitas dan mutunya tetap terjaga. Harapannya, dengan sosialisasi ini bisa mengurangi resiko kepada konsumen.

“Resiko kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Juga penting terkait standarisasi produk olahan kami harus terus memotivasi,” ujarnya.

“Di beberapa makanan olahan belum ada catatan lengkap kandungannya. Semoga Bapak/ibu mendapatkan pencerahan dan ilmu agar industri yang dikelola bisa maksimal dan meyakinkan konsumen bahwa produknya aman dan sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perinaker, Welly Fitrama, S.STP, MM dalam laporannya menyampaikan, gambaran peran IKM khususnya para perajin produk rumahan di Bojonegoro dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga dibutuhkan kehadiran pemerintah untuk terus mendorong dan fasilitasi dalam pengembangan sektor strategis, agar semakin produktif dan kompetitif.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan UHC Program JKN-KIS Tahun 2020

Bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan UU Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang industri.

Sejalan dengan kebijakan kemudahan dalam berusaha dan bekerja, saat ini banyak IKM yang mulai tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bojonegoro membuat persaingan semakin meningkat.

Hal ini didukung peraturan perundang – undangan yang mempermudah perizinan bagi IKM melalui digitalisasi agar memenuhi persyaratan dalam memasuki pasar modern dan digital marketing.

“Salah satunya dengan upaya strategi peningkatan kuantitas dan kualitas dalam penerapan standarisasi dan sertifikasi terhadap produk IKM khususnya makanan dan minuman,” terangnya.

Lebih lanjut, Welly menyebutkan di Kabupaten Bojonegoro terdapat 12.744 IKM yang terdiri dari 6.327 IKM makanan dan minuman, 6.417 IKM kerajinan yang tergabung dalam kelompok asosiasi.

Diantaranya, Asosiasi Produsen Makanan Minuman dan Industri Kreatif (APMMIK), Community Economic Creative (CEC), Forum IKM Jawa Timur (FIJ), Kartini Mandiri, Srikandi Indonesia Hebat, dan Paguyuban Prima Utama.

“Jumlah IKM makanan dan minuman yang sudah mempunyai perizinan, yaitu Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) sebanyak 629 IKM, Sertifikasi Halal 44 IKM, dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) 1 IKM yaitu produk Jamu Tradisional Pacul Permai,” katanya.

Baca Juga :  Kominfo Bojonogoro Percepat Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik

Maksud dan tujuan sosialisasi yakni meningkatkan Kualitas dan Kuantitas IKM Makanan dan Minuman yang memiliki perizinan Sertifikasi Halal, BPOM dan P-IRT.

Lalu, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi IKM dalam pengurusan perizinan yang harus dimiliki untuk memenuhi komitmen terhadap kewajiban dalam berusaha.

Kemudian, menjadikan IKM di Kabupaten Bojonegoro khususnya IKM Makanan dan Minuman yang mampu dalam berdaya saing dan mempunyai jangkauan pemasaran yang luas baik secara manual dan Digital Marketing.

Sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing, nilai produk dan jangkauan pemasaran. Para pelaku IKM harus memiliki perizinan yang dipersyaratkan dalam memasuki pasar modern dan digital marketing.

Serta mampu mencukupi kebutuhan komitmen dan mampu bekerjasama dengan pemerintah dalam mendorong program Bojonegoro yang Energik dan Produktif.

“Sosialisasi ini terkait perizinan Sertifikasi Halal, BPOM dan P-IRT,” imbuhnya.

Sosialisasi dilaksanakan selama 2 hari, 15 hingga 16 Maret di Ruang Pertemuan Gedung PKK Kabupaten Bojonegoro dengan masing – masing peserta 30 orang yang berasal dari asosiasi dan Paguyuban IKM yang ada di Kabupaten Bojonegoro. (din)

Berita Terkait

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah
Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik
Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 
Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia
Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik
Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:12 WIB

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah

Rabu, 1 November 2023 - 08:20 WIB

Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik

Rabu, 31 Mei 2023 - 14:51 WIB

Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 

Jumat, 26 Mei 2023 - 14:24 WIB

Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM

Kamis, 16 Maret 2023 - 01:12 WIB

Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia

Senin, 6 Maret 2023 - 01:23 WIB

Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik

Jumat, 3 Maret 2023 - 04:18 WIB

Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister

Kamis, 2 Maret 2023 - 01:11 WIB

Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB