Gubernur Khofifah Ajak IKA PMII Jatim Majukan Masyarakat Desa

- Editorial Team

Senin, 13 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus mengajak Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur memajukan desa menjadi masyarakat terdidik, sehat dan sejahtera.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan sebagai Gubernur dan Ketua Majelis Pertimbangan PW IKA PMII Jatim pada Pelantikan dan Rakerwil Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur Masa Khidmat 2022-2027 di Isyana Ballroom, Hotel Bumi, Surabaya, Minggu (12/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengatakan, bahwa harus ada upaya memajukan masyarakat desa secara lebih komprehensif dan terukur agar terjadi percepatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu relevan, lanjut Gubernur Jatim, mengingat kebanyakan warga NU memang banyak yang tinggal di desa. Sebagaimana diketahui PMII adalah organisasi mahasiswa yang berada di bawah naungan NU.

“Warga NU sebagian besar tinggal di desa. Saya ingin mengingatkan untuk IKA PMII bahwa mereka yang di desa-desa itu bisa menjadi bagian dari penguatan integrasi bangsa,” ucap Gubernur Jatim.

“Mereka pekerja keras dan memiliki keihlasan yang luar biasa mendo’akan bangsa dan negara kita. Mereka harus sama-sama kita dorong keluar dari kemiskinan. Mereka harus terdidik, sehat, sejahtera. Tiga hal itu yang kita bisa lakukan pemetaan dan intervensi bersama,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Bangun Pasar Wisata Bojonegoro, Target Akhir Tahun Ini Rampung

Khofifah menjelaskan, dalam segi religiusitas, memajukan masyarakat desa menjadi penting karena atas doa tulus ihlas merekalah negara kita terjaga aman dan kondusif.

“Kita semua tahu bahwa rata-rata masyarakat Jawa Timur yang tinggal di perdesaan itu sebagian besar ikut majelis thoriqoh yang mendoakan bangsa dan negara dengan tulus ikhlas agar aman rukun tentrem. Jadi, betapa keikhlasannya terbangun luar biasa dari warga-warga desa ini,” tuturnya.

Untuk itu, Khofifah menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jatim telah memetakan program-program yang kini telah terlihat hasilnya. Salah satunya adalah bagaimana desa-desa tertinggal di Jatim dapat dipacu untuk menjadi bebas desa tertinggal.

Di mana pada 2019 Jatim masih memiliki 344 desa yang termasuk kategori tertinggal. Tapi dua tahun setelahnya, ke-344 desa tersebut dapat naik statusnya hingga Jatim bebas desa tertinggal.

“Saat saya dan pak Emil mendapat mandat sebagai Gubernur dan Gagub, sata minta Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa mengundang sangat banyak narasumber dari berbagai perguruan tinggi,” terangnya.

“Lalu mereka membuat klaster-klaster atas permintaan kami. Kemudian saya buat peta-peta lalu rekomendasi-rekomendasi itu kita coba laksanakan. Alhamdulillah dalam 2 tahun ini sampai dengan Juli tahun 2021, 344 desa di Jawa Timur dari Tertinggal menjadi bebas desa tertinggal,” bebernya.

Baca Juga :  Fasilitasi Pemohon SKK, TUK LSP Hatsindo Bojonegoro Lakukan Uji Kompetensi

Hal tersebut juga berkat support dari Kemendes PDTT yang luar biasa untuk Provinsi Jawa Timur.

Khofifah menjelaskan lebih jauh, bahwa bebas desa tertinggal ini berarti desa-desa di Jatim relatif mulai menuju mandiri dan sejahtera. Yang mana, hal itu diukur dari kecukupan infrastruktur, elektrifikasi, dan pendidikan yang ada di desa-desa.

Selain itu, Desa Mandiri di Jatim merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan 697 Desa Mandiri dari total 7.724 desa. Sedangkan 3.283 desa dikategorikan Maju dan 3.742 merupakan Desa Berkembang. Sisa dua desa merupakan desa yang secara de facto tidak memenuhi syarat sebagai desa sehingga dihapus dari daftar desa karena fenomena lapindo.

Tak hanya itu, Jatim juga merupakan pemegang 5 ranking dari 10 besar desa dengan status Indeks Desa Mandiri (IDM) tertinggi. Kelima desa itu adalah Desa Oro-oro Ombo, Sidomulyo, dan Punten yang masing-masing berada di Kota Batu. Sementara Desa Gentengkulon dan Genteng Wetan ada di Kab. Banyuwangi.

“Selain itu, saya ingin menyampaikan dengan data BPS bahwa 30% penurunan kemiskinan nasional periode Maret- September 2021 itu di Jawa Timur. Saya ingin menyampaikan juga pada 10 tahun terakhir, kemiskinan di desa di Jawa Timur turunnya paling signifikan yakni turun 1,307% pada periode Maret- September 2021,” imbuh Khofifah.

Baca Juga :  Masuki Tahap Awal Pembangunan, Pemkab Lakukan Sosialisasi

Tentu sekali lagi antara lain hasil kerjasama efektif para Bupati/Walikota serta dukungan Kemendes PDTT.

Mantan Menteri Sosial RI ini mengajak IKA PMII Jatim untuk ikut dalam da’wah dan jihad bil maal. Ia mengingatkan bahwa tidak bisa berjuang jika tidak diikuti oleh peningkatan kesejahteraan.

“Mudah-mudahan alumni PMII bisa menguatkan sinergi dengan elemen-elemen strategis di Jawa Timur dan jaringan nasional. Kita harus bisa memberikan stimulan bersama,” tutup Gubernur perempuan pertama Jatim ini

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI A. Halim Iskandar, Anggota DPD RI Ahmad Nawardi, serta Wakil Ketua DPRD Prov. Jatim Hj. Anik Maslachah dan H. Anwar Sadad.

Tak hanya itu, hadir pula Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang juga ketua IKA PMII, Wakil Bupati Trenggalek Syah Nata Negara dan Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah. (red)

Berita Terkait

Proyek Trotoar 5 Titik Rp 30 Miliar di Bojonegoro Mulai Dikerjakan
Empat Jembatan Soko Temayang Diresmikan Bupati Anna
Fasilitasi Pemohon SKK, TUK LSP Hatsindo Bojonegoro Lakukan Uji Kompetensi
Masuki Tahap Awal Pembangunan, Pemkab Lakukan Sosialisasi
On Air Malowopati FM, Bupati Anna Informasikan Capaian Pembangunan Bojonegoro
Genjot Bangun Pelindung Tebing, Cegah Longsor dan Banjir Bandang
Resmi Membuka TMMD Ke 115, Bupati Harapkan Akselerasi Pembangunan Tercapai
PC Fatayat NU Bojonegoro Kembali Terpilih Jadi Mitra Kerja EMCL

Berita Terkait

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Proyek Trotoar 5 Titik Rp 30 Miliar di Bojonegoro Mulai Dikerjakan

Sabtu, 11 Maret 2023 - 15:27 WIB

Empat Jembatan Soko Temayang Diresmikan Bupati Anna

Sabtu, 4 Februari 2023 - 10:07 WIB

Fasilitasi Pemohon SKK, TUK LSP Hatsindo Bojonegoro Lakukan Uji Kompetensi

Selasa, 24 Januari 2023 - 00:42 WIB

Masuki Tahap Awal Pembangunan, Pemkab Lakukan Sosialisasi

Minggu, 22 Januari 2023 - 09:51 WIB

On Air Malowopati FM, Bupati Anna Informasikan Capaian Pembangunan Bojonegoro

Senin, 5 Desember 2022 - 03:38 WIB

Genjot Bangun Pelindung Tebing, Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Selasa, 11 Oktober 2022 - 15:53 WIB

Resmi Membuka TMMD Ke 115, Bupati Harapkan Akselerasi Pembangunan Tercapai

Senin, 13 Juni 2022 - 16:42 WIB

Gubernur Khofifah Ajak IKA PMII Jatim Majukan Masyarakat Desa

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pertanian

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:12 WIB

Daerah

Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro, Satu Jiwa Tolak Korupsi

Selasa, 14 Nov 2023 - 02:05 WIB